Satu Not Lagu

August 25, 2015 § Leave a comment

Punya lagu kesukaan? Kalau pertanyaan ini diajukan kepada saya, saya bakal jawab tidak punya. Memang tidak ada lagu spesifik yang jadi favorit saya. Tidak ada genre musik spesifik yang saya suka, selama enak di kuping apapun genrenya masuk-masuk saja. Kebanyakan lagu saya suka hanya bertahan beberapa lama, diputar terus selama satu atau dua bulan, dihapalkan liriknya, bahkan dulu sewaktu akses lirik lagu tidak semudah sekarang, saya rela merewind kaset berisi lagu tersebut berulang kali dan mendengarkan dengan hati-hati sambil mencatat liriknya atau menghentikan aktifitas setiap kali lagu diputar di radio untuk mencatat liriknya meskipun kalau mengandalkan radio berarti catatan lirik lagu tersebut harus siap saya bawa kemana-mana untuk dilengkapi atau di cek kebenaran liriknya.

Tapi kalau pertanyaannya adalah adakah lagu yang mengingatkan saya akan momen tertentu, saya bakal jawab ada. Well, ada beberapa lagu yang hanya perlu mendengarkan not awal atau intro dari lagu tersebut langsung membawa saya kembali ke memori tertentu. Apakah lagu itu merupakan lagu favorit saya? Kebanyakan bukan, hanya saja lagu itu punya daya magis yang menarik saya ke masa lalu. Apakah momen itu juga merupakan momen favorit saya atau bersama orang-orang yang saya anggap penting dalam hidup? Jujur, tidak semua. Ada lagu yang membawa saya ke momen dimana saya dikhianati mantan kekasih, ada lagu yang membawa saya ke momen paling menyedihkan dalam hidup, ada juga lagu yang membawa saya mengingat momen bersama orang yang saya anggap biasa saja. Satu hal yang membuat saya bertanya kenapa harus momen itu yang teringat, kenapa harus orang-orang yang tidak ingin saya ingat yang justru hadir kembali seiring mengalunnya lagu itu. Mungkin itulah misteri ingatan, ada hal-hal yang sangat ingin kita kenang dan kita ingat terus tapi ternyata sekeras apapun usaha kita untuk mengingat momen  tersebut toh tak pernah sekalipun momen itu hadir kembali hanya sekedar untuk membangkitkan sedikit senyum. Kenyataannya banyak momen yang tidak ingin kita ingat, orang yang ingin kita lupakan terus-terusan hadir tak diundang bahkan hanya dengan satu buah not lagu. Apa ingatan itu hanya bisa merewind bagian paling menyedihkan, bagian paling menyakitkan, memalukan atau kesengsaraan karena hanya dengan demikian kita tak akan mengulang kesalahan yang sama di masa lalu? Saya sama sekali tidak punya jawaban atas kerja memori manusia.

Ada satu lagu dari grup Band Kerispatih yang saya lupa judulnya yang mengingatkan saya akan momen kebersamaan dengan mantan kekasih. Tiap kali mendengar lagu tersebut, ingatan saya langsung terbang ke masa lalu dimana saya pergi dijemput dia dan teman-temannya untuk menonton mini show Kerispatih di salah satu music lounge di Bogor. Saat tengah malam, saya sudah mengantuk dan ingin pulang tapi teman-temannya belum ada niatan beranjak dari situ jadi dia memisahkan diri dari teman-temannya dan mengantar saya pulang. Karena kali itu kami menebeng mobil temannya maka saya dan dia pulang dengan angkutan umum karena kami tidak ingin merepotkan. Entah kenapa malam itu angkot susah ditemukan, maka kami terus berjalan kaki dengan harapan akan menemukan angkot. Saya sudah sangat mengantuk dan kelelahan hingga akhirnya dia berinisiatif untuk menggendong saya. Jadilah saya bersandar mengantuk digendong di punggungnya sambil dia terus berjalan mencari angkot. Jadi momen itulah yang selalu hadir tiap saya dengar lagu tersebut, saya selalu tersenyum tiap kali mengingatnya dan itu bukan karena saya masih mencintai lelaki itu, I’m so over him. Ah ternyata orang yang sudah tidak ada lagi dalam hidup kita masih bisa menimbulkan rasa hangat di hati dan senyum di bibir.

-V-

Caffeine Overdose

August 19, 2015 § Leave a comment

image

It’s 10 am in the morning but I already had my second cup of coffee. I need this, need this badly. Woke up way too early and in order to function normally I made my first cup of coffee. And this second cup of coffee is not self made, a well trained barista made it for me. I need it more than my first cup of coffee because I need to gain my full conscious just to answer your text. “Wanna meet me tomorrow?”, you texted me an hour ago. Until now, I don’t have a right answer to your question. My heart knows the answer but my brain still calculating all of my doubts.

You know what, I think you and coffee are having similar effects to me. First, I know for sure that coffee is no good for me. I can’t sleep well after coffee. Even it’s a morning coffee, I still had trouble sleep at night. Just as you are, you have strong effects to me. Days after our meeting, I still can feels that you are around. You still making me smile and my heart beating fast even after you are long gone. Second, coffee is addictive. Your smell, your kiss, your touch is like caffeine to my soul. You are so good at making me wanting you more. Last, whenever I drink my coffee, I drink it religiously. I’m enjoying every sip of it. While whenever I’m with you, I’m savouring every seconds.

“No, we are not gonna meet tomorrow. I’m done meeting you.”, finally I have the courage to replying your text with this. Because no matter how much you enjoy it, you need to break your bad habit. For the sake of yourself. As for coffee, this might be my last cup. I can’t imagine the day I’m drinking coffee without thinking of you.

 

-V-

I wanna run to you

August 7, 2015 § Leave a comment

image

You know, I’m at that awkward age when feeling all mellow and blue is no longer acceptable but you can’t keep yourself calm and cool. You just can’t pretend that everything is okay. I’m no longer a teenager that can show my emotions easily but i’m not mature enough to ignore my true feelings. Confusing as it is.

I used to hate running, well not exactly hate hate. It’s more like not really enjoying it. But since I’m at that awkward age, I need to channeling my all mellow and blue feelings into something others than tears. Maybe I can hide my sadness into some sweats. Tears and sweats is kinda the same form, right. Both are liquid contains salt. When you produce sweats enough, maybe then your body won’t be able to produce tears anymore. Well ofcourse there’s my stupid theory.

Now whenever I feeling all mellow and blue, I grab my running shoes and run as far as possible to leave all my problems behind. I hope all those miles that I’ve been collecting making me realize that there’s a distance between us that we can’t conquer. Because eventhough I wanna run to you, you are the only finish line I can’t see.

 

-V-

Radio Station

August 5, 2015 § Leave a comment

How to make someone you miss the most feels around? Listen to their favorite radio station. Well, this is the perfect way for me to reminiscing our time together.

He drove my car after our usual meeting. We talk about unimportant matters, argue about insignificant things yet we laugh like we just heard the most funniest joke ever. You changed  the radio station, I asked you why. “You must listen to this. It’s my favorite. They’re playing good musics.”

“Where are you going after this?”. “Going home, get some sleep”, I said. “Drive safe, okay.” “I will.” And you jumped off the car, I moved to driver’s seat and drove without looking at rear mirror. Because we both know, we wished we could stay together a little bit longer but we knew it’s impossible. Our time is limited. And not looking at you walking by is my way to keeping me not wanting to extend this happiest 30 minutes drive.

And here I am driving alone, listen to your radio station. And you are absolutely wrong, they’re not playing good musics. Their music is lame and cliche. Just as lame and cliche as I am wishing you now listen to this very same radio station, so you would know that I speak to you trough their music.

 

-V-

Jeda

July 10, 2015 § Leave a comment

Berapa kali sudah hati mengatakan “kamu butuh jeda sejenak, kamu butuh waktu dan ruang sendiri menjauh darinya.” Tapi untuk kesekian kalinya pula pikiranmu yang terlalu rasional itu meragukan pendapat hatimu, “bagaimana kalau jeda itu malah membuatmu ingin berhenti?.” Hingga akhirnya kamu kembali meragu untuk mengambil jeda.

Ingat khan bahkan saat menonton dvd serial favoritmu saja, saat kamu menekan tombol pause untuk melakukan aktifitas lain, ada dua kemungkinan. Kamu akan melanjutkan menonton atau kamu akhirnya lupa atau merasa bosan dan mengakhirinya.

Hingga akhirnya sekarang kamu mengambil jeda darinya, menjauh sejenak untuk kemudian menyadari ketidakhadirannya tidak masalah bagimu. Kamu tidak sedikit pun merindukannya, kamu mulai terbiasa tanpanya dan bahkan menikmatinya. Dan pikiran rasionalmu pun tertawa karena ketakutanmu terwujud, jeda ini membuatmu ingin berhenti. Berhenti sekarang..

 

-V-

Under the shower

June 16, 2015 § Leave a comment

Sepertinya saya harus berterimakasih kepada siapapun pencipta shower. Ide yang sangat jenius terutama untuk manusia yang pura-pura tegar seperti yours trully here. Inspirasi shower pasti datangnya dari hujan, yang kedatangannya membasahi bumi membuat tanah yg semula kering kerontang menjadi segar, daun yang tertunduk layu menegakkan dirinya lagi. Pencipta shower pasti berharap siapapun yang mandi di bawah shower akan merasakan kesegaran layaknya tanah yang dibasahi hujan. Tapi sayang oleh manusia pura-pura tegar seperti saya ini shower adalah tempat bersembunyi. Iya bersembunyi dari airmata. Setiap kali saya merasa sedih dan ingin menangis, satu-satunya yang ingin saya lakukan adalah mandi di bawah guyuran shower. Disitu saya akan membiarkan airmata mengalir bersamaan dengan derasnya guyuran air dari atas. Saat itu saya akan berbicara pada diri saya sendiri, you’re gonna be okay. This is not tears, it’s just water coming from above.

-V-